Jumat, 13 Maret 2015

StoryNotClear




Tokoh:
1.    Aldan Haris
2.    Bino Lathif
3.    Cokie Januar
4.   Daniel Zain Kamal
5.    Eriq Himawan
6.   Farhan Rasyid
Tokoh lain:
1.    Pak Burhan Husni
2.    Pak Iwan Ramadhan
3.    Farah Aida Jazilah
4.    Julia Lathifah
 

SCHOOL ACTIVITIES   
        

            Jam pelajaran Bu Ida sudah habis, jam selanjutnya kosong. Disaat anak-anak sedang bercanda-canda, tiba-tiba guru wali kelas mereka masuk kelas.
            “Anak-anak, perhatikan. Sekolah mengadakan acara perkemahan. Acara ini wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas 8. Besok kalian akan berangkat. Jadi kalian yang tidak mengikuti acara ini tidak medapatkan nilai.” Kata pak Anwar
            “Yeah, kok mendadak banget sih Pak!” protes Bino yang dijawab oleh Pak Anwar tidak tau.
           
               “Wajib lagi. Klo gak ikut gimana Pak?” Tanya Farhan
               “Kan sudah saya bilang. Kalau tidak ikut, tidak mendapatkan nilai."

               

            “Trus biayanya gimana Pak?” Tanya salah satu murid
            “Klo masalah biaya, kalian gak perlu khawatir. Sekolah yang mengatur biaya, kalian hanya perlu membawa bekal masing-masing dari rumah. Ada yang mau ditanyakan lagi?” jawab Pak Anwar
            “Tidak Pak!!” seru murid-murid dikelas
            “Baik. Agar disana tidak ribet, Bapak akan membagi kelompok sekarang juga.” Kata Pak Anwar
            Semua sudah mendapat kelompok, dan kita berlima sekelompok. Namun anak baru itu, Farhan, sekelompok dengan kita.
 


 mereka sudah sampai di rumah masing-masing. Kita semua lagi siap-siap buat besok. Kita saling berkomunikasi untuk persiapan besok.
            Paginya seperti biasa kita berangkat bareng, tapi kali ini kita sengaja gak berangkat telat  (karena biasanya kita berlima selalu telat). Kita berangkat agak pagian, agar tidak ditinggal. Sampai di depan sekolah kita disambut pak Iwan heran.
            “Pagi Pak!” sapa Bino
            “Lah kok, tumben,” kata Pak Iwan heran
            “Kenapa Pak? Ada yang salah dari kita ya?” jawab Daniel
            “Nggak, nggak. Tumben aja gak telat, biasanya telat.”
            “Khusus hari ini kita sengaja gak telat Pak,” jawab Cokie. “Kan kita mau jalan-jalan, klo ditinggal gimana? Ribet kan?”
            “Oia, kaliankan mau kemah ya?” kata Pak Iwan, kelima anak itu mengangguk. “Dah disiapin semuannya?”
            “Dah dong Pak, semuannya dah siap. Tinggal berangkat.” Kata Cokie
            “Yaudah yuk, kita ke bis, nyari tempat duduk dulu. Dah ya Pak, bye!” kata Aldan
            Yang lain pun juga berpamitan “Bye Pak!”
            Kita mencari bis kita, bis kita semua nomor 6. Bis nomor 6 di depan kelas kita pas.
            Langsung saja kita masuk ke dalam bis dan mencari tempat duduk untuk kita semua. Dan kita bertemu dengan Farhan, anak baru itu. Kali ini dia menyapa kita.
            “Hai!” sapa Farhan
            “Tumben tuh anak, gak jutek. Kemaren aja jutek banget ama gua.” Gumam Eriq
            “Iya ya, kemaren keliatannya jutek banget,” kata Aldan
            “Eh, gue duduk sama lo ya. Lo dipojok.” Kata Eriq
            Farhan melihatnya dengan ekspresi bingung. “Iya, iya.”
            “Kenapa lo?” Tanya Eriq, yang langsung dijawab Farhan gelengan.
            Bis pun berangkat jam 07.30. Guru bimbingan kita semua di bis adalah wali kelas kita sendiri, Pak Anwar. Pak Anwar menjelaskan semuannya, kita akan ke sebuah hutan lindung di daerah Bogor. Dan kegiatan kita banyak di sana, seperti mencari harta karun boongan yang tempatnya sudah ditentukan oleh pihak sekolah.
            Jam 15.15, kita sampai di tujuan. Kita mulai membangun tenda, dan berkemas-kemas barang bawaan kita. Setelah kita berkemas-kemas, kami langsung diberi tugas, untuk para laki-laki diberi tugas mencari makanan yang bisa dimakan, untuk perempuan diberi tugas mencari kayu bakar. Kita tidak boleh jauh-jauh mencarinya, dan setiap kelompok harus membawa kompas. Jam 17.00 kita sudah harus di perkemahan.
            “Farhan, lo bawa singkongnya tuh. Kita bagi-bagi tugas lagi.” Kata Aldan
            “Singkong yang ini?” Tanya Farhan sambil menunjuk ke arah singkong yang ada dibawahnya , Aldan mengangguk. “Yaudah, terus yang bawa pisangnya siapa?”
            “Bin, bawa tuh pisangnya. Masa lo gak bawa apa-apa. Tadi kan lo juga yang metik.” Perintah Aldan
            “Iya, iya. Gue yang bawa.”
            “Yaudah yuk, dah mau jam lima sore nih, nanti dimarahin lagi.” Kata Daniel
            Kita berenam kembali ke perkemahan. Di perkemahan sudah banyak orang yang sibuk, ada yang membuat api unggun, memasak, manata makanan, dll.
            Kita berenam menghampiri Pah Burhan.
            “Nih pak, mau ditaro mana?” Kata Bino sambil menunjukan makanan yang dia bawa
            “Oh-iya. Kasih ke Gio aja,” jawabnya sambil menunjuk ke arah Gio, ketua OSIS. “Abis itu kalian bersihkan badan kalian dulu, klo gk tau dimana tempatnya, tanya ke Aida aja.”
            “Iya, Pak. Makasih.” Jawab keenam anak ini
            “Ai, tempat buat mandi dimana?” Tanya Cokie
            “Lo ikutin aja dia tuh,” jawab Aida sambil nunjuk salah satu cewek dan memanggilnya. “JULIA!! Sini deh, lo mau kesono kan? Sekalian nih anterin mereka.”
            “Iya, ayo ikutin gue.” Kata Julia
            Akhirnya kita sampai
            “Thanks ya?” kata Aldan, Julia mengangguk
            Kita mandi kurang lebih selama 20 menit. Dan kita semua langsung kembali ke perkemahan. Sampai di perkemahan jam 17.30. Dan kita bersiap-siap untuk kegiatan selanjutnya..